Sejarah

Deskripsi Singkat            :

Awal perkembangan Orthopaedi dan Traumatologi di Surabaya dimulai sejak tahun 1961 – 1970, yang saat itu masih disebut Bedah Tulang. Pertama kali yang memberikan kuliah bedah tulang/fraktur adalah dr. Kwi Bie Kwee yang kita kenal dengan nama dr. Julianto Budhy (alm). Pada waktu dr. Bambang Prijambodo sebagai mahasiswa FK tingkat sarjana tahun 1971, dr. Julianto Budhi masih aktif memberikan kuliah bedah tulang / fraktur. Beliau masuk kebagian bedah pada masa kepimpinan Prof. M. Soetojo (1950 – 1961) pada waktu masih dokter muda / Co As bersama dengan dr. Nie Siok Po/ dr. Zaini, dr. Lim Bing Hwi kemudian disusul dr. Liem Djie Swie / dr. Suwidji dan dr. Hidajat Hamami. Pada masa kepala bagian dijabat oleh dr. R. Soetojo FK Unair berafiliasi dengan UCLA / University of California Los Angeles USA, sehingga banyak staf yang dikirim belajar ke Amerika untuk mengembangkan sub-spesialisasi. Baru pada tahun 1968 dr. I.P. Sukarna yang lulus ahli bedah (FK Unair) dan tahun 1969 dikirim ke Jakarta untuk ikut pendidikan Orthopaedi lewat program CARE-Medico, selesai tahun 1971 dan mulai memperkenalkan apa itu ilmu bedah Orthopaedi yang kita kenal sampai saat ini.

Selanjutnya pada waktu Kepala Bagian Bedah dijabat Prof. Basoeki Wirjowidjojo (1970 – 1987) banyak staf bedah yang dikirim keluar untuk mengambil sub-spesialisasi, misal dr. Ichwan P. Radjamin tahun 1971 – 1973 dan dr. Djoko Roeshadi adalah lulusan pendidikan Orthopaedi lewat program CARE-Medico yang terakhir. Selanjutnya pendidikan Orthopaedi dipegang oleh PABOI. Staf bedah lain yang mengambil sub-spesialisasi Orthopaedi adalah dr. Achmad Sjarwani (1977 – 1979), dr. Satrio (1980 – 1983) dan dr. Bambang Prijambodo (1981 – 1983). Kemudian masing-masing staf pada masa kepemimpinan Bagian Bedah dijabat Professor Basoeki Wirjowidjojo yang seorang ahli bedah syaraf memberi kesempatan pada para staf Orthopaedi untuk mengambil sub-spesialisasi. Pertama dr. Ichwan P. Radjamin ke Sidney Australia pada tahun 1977 mengambil bidang spine, dr. Doko Roeshadi (1977) Ke Kobe Jepang untuk mengambil Hand, dr. Achmad Sjarwani (1987 – 1988) ke Perancis untuk Traumatologi di Service d’Orthopaedi et Truamatology L’Hopital Raymon Poincare, Garche, France dibawah Prof. Alain Patel, dr. Satrio belajar Hand ke Munster dan Hamburg Jerman selama 2 tahun (1980 -1982), dr. Bambang Prijambodo (1981 – 1982) memperdalam bidang spine ke Marseille, di Service d’Orthopaedi Traumatology et Chirurgie Vertrebale L’Hopital Hotel Dieu Service d’Anatomie FacMedicine University de Marseille, France dibawah bimbingan Professor Rene Louis. Dilanjutkan 1984 ke Service d’Orthpaedie et Traumatology I’Hopital La Pitie Sal Pitrier, Paris, France dibawah Professor R. Roy Camille dan 1987 ke Chiba dan Tokushima Jepang dibawah Prof. S. Inoue (alm) dan Prof. Ikata.

Dengan staf pengajar 6 (enam) orang tersebut Pendidikan Orthopaedi di FK Unair yang mengambil lulusan dokter Umum langsung baru dimulai pada tahun 1984. Setelah kembali dari pendidikan di CARE-Medico Jakarta pada tahun 1971 dr. I.P. Sukarna memulai seksi Orthopaedi dan beliau juga menjadi Kepala Seksi Orthopaedi Bagian Bedah FK Unair pertama (1971 – 2001). Beliau menjadi Guru Besar pada tahun 1994. Pada masa kepimpinan Professor I.P. Sukarna dirasa perlu untuk menambah staf dan pengembangan sub-spesialisasi di Orthopaedi antara lain dengan bergabungnya dr. Bagyo S. Winoto, dr. Herman Santosa, dr. Abdurrahman, dr. Ketut Martiana, dr. Erwin Ramawan, dr. Komang Agung Irianto S., dr. Heri Suroto, dr. Ferdiansyah, dr. M. Zaim Chilmi. Prof. Dr. Djoko Roeshadi, dr., SpB., SpOT menjadi Guru Besar pada tahun 1999, dan menjadi Kepala Bagian Orthopaedi dan Traumatologi yang pertama untuk periode 2001 – 2008. Sesuai dengan SK Rektor 8220/703/KP/2001 pada 29 Agustus 2001 Bagian Bedah pecah menjadi 5 bagian. Pada masa Beliau, yang selanjutnya menjabat staf Orthopaedi adalah Dwikora Novembri Utomo,dr.,SpOT, Tri Wahyu Martanto,dr.,SpOT, Teddy Heri Wardhana, dr., SpOT. Selanjutnya Kepala Bagian dijabat Erwin Ramawan, dr.,SpOT (2008 – 2010) dan diterima Staf baru Mouli Edward,dr.,SpOT, Lukas Widhiyanto,dr.,SpOT, Primadenny A. Airlangga, dr.,SpOT, Andre Triadi Desnantyo,dr.,SpOT dan sejak akhir 2010 sampai dengan saat ini, Kepala Departemen Orthopaedi dan Traumatologi dijabat oleh Dr. Ferdiansyah, dr., SpOT. Pada masa beliau, Sulis Bayusentono,dr.,SpOT diterima sebagai staf.

Perkembangan pendidikan Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dimulai dengan Ketua Program Studi (KPS) pertama dijabat oleh Professor I.P. Sukarna, dr.,SpB.,SpBO (1984 – 1996) dan Sekretaris Program Studi (SPS) dijabat Satrio, dr.,SpB,SpBO. Selanjutnya selama 2 periode Ketua Program Studi dijabat Dr. Bambang Prijambodo,dr.,SpB, SpOT (1996 – 2003), dan Sekretaris Program Studi dijabat Herman Santosa, dr.,MSc,SpOT. Dr. Bambang Prijambodo, dr.,SpB.,SpOT dikukuhkan menjadi Professor pada 28 November 1998 yang merupakan Professor Orthopaedi ke 5 di Indonesia (MOI XXVI Desember 1998). Selanjutnya Professor Dr. Bambang Prijambodo, dr., SpB,SpOT menjabat menjadi Ketua Kolegium Orthopaedi untuk 2 periode (1998 – 2002) dan pada masa kepengurusan ini nama Bedah Orthopaedi dirubah menjadi Orthopaedi dan Traumatologi sehingga gelar Spesialis Bedah Orthopaedi (SpBO) dirubah menjadi Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi atau SpOT. Perubahan lain yang monumental adalah pada masa Prof.Dr. Bambang Prijambodo,dr.,SpB.,SpOT(K) menjabat Pembantu Dekan I FK Unair (1998 – 2002), terjadi perubahan yang mendasar dimana Seksi Orthopaedi Bagian Ilmu Bedah FK Unair menjadi Bagian Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran UNAIR berdasar SK Rektor 2001 No. 8230/703/KP/2001 pada 29 Agustus 2001.

Selanjutnya Ketua Program Studi dijabat oleh Professor Dr. Djoko Roeshadi,dr.,SpB.,SpOT dan Sekretaris Program Studi dijabat oleh Abdurachman, dr.,SpOT (2003 – 2007). Hanya disayangkan Abdurrahman, dr.,SpOT meninggal dunia pada 18 Februari 2005, sehingga jabatan SPS dilanjutkan oleh Ferdiansyah,dr.SpOT yang kemudian melanjutkan jabatan sebagai Ketua Program Studi pada tahun 2008 – 2010. Beliau mendapat gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kedokteran pada tahun 2010, dan saat itu juga Sekretaris Proram Studi dijabat oleh Dwikora,dr.,SpOT. Kemudian pada tahun 2011, Ketua Program Studi dijabat Dr.Dwikora N. Utomo, dr.,SpOT (K) dan Sekretaris Program Studi dijabat Mouli Edward,dr.,SpOT (K) dan Sekarang Ketua Program Studi dijabat oleh Mouli Edward,dr.,SpOT (K) dan Sekretaris Program Studi dijabat oleh Teddy Heri Wardhana,dr,SpOT(K) sampai sekarang.

 

 

 

 

Pengembangan Sub-Spesialisasi di Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK Unair

Pediatri Orthopaedi

Professor I.P. Sukarna,dr.,SpB.,SpOT (K) mengembangkan Pediatric Orthopaedi dan beliau memperdalam bidang ini di Seatle USA dan selanjutnya mengembangkan Divisi Pediatri Orthopaedi. Staf lain yang tergabung dalam Divisi ini adalah Dr.Komang Agung Irianto S.,dr.,SpOT (K) dan Tri Wahyu Martanto,dr.,SpOT (K) yang berkesempatan belajar bidang ini di NUH / National University Hospital Singapore selama 6 bulan Sulis Bayusentono,dr.,SpOT belajar di Seoul National Bundang Hospital Korea.

 

Orthopaedi Spine

Ichwan P. Radjamin,dr.,SpB.,SpBO (alm) yang memulai pengembangan bidang spine dengan belajar di Sidney, Australia selama 3 bulan pada tahun 1977 lewat Colombo Plan bersama Professor Soebroto Sapardan,dr.,SpB,SpOT (alm), Ichwan P. Radjamin, dr.,SpB, SpBO (alm) dibantu Bambang Prijambodo,dr.,SpB.,SpBO dan mengambil sub-spesialisasi pada bidang spine di Marseille France dibawah Professor R. Louis pada tahun 1981 – 1982. Dan dilanjutkan dengan Professor Roy Camille pada tahun 1999 dan di Chiba / Tokushima Jepang dibawah Prof. S. Inoue dan Prof. Ikata. Bersama dengan Prof.Dr. Bambang Prijambodo,dr.,SpB.,SpOT(K) dibentuk Tim Spine yang bekerja secara multidisiplin bersama Anaesthesi, Rehabilitasi Medik, Neurologi, Psikiatri, Urologi, Radiologi, Bedah Syaraf dan Gizi serta perawat ICU dan Kamar Operasi maupun perawat ruangan. Kegiatan Tim Spine ini sudah dimulai sejak tahun 1989 sampai sekarang dengan kegiatan visite bersama tiap Senin dan Diskusi Spine tiap hari Rabu. Kemudian Tim spine ini oleh Rumah Sakit Dr. Soetomo diberi SK dengan nama Tim Pengembangan Tulang Belakang. Penulis mendapat gelar DOKTOR dalam bidang Ilmu Kesehatan pada bulan September 1993. Dengan thesis “Semigirid Segmental Instrumentation with Kuntcher Nail to Stabilize Traumatic Injuries of The Thoracal and Lumbar Vertebrae“ Staf Orthopaedi lain yang bekerja di bidang Spine adalah Ketut Martiana,dr.,SpOT. (K) Yang berkesempatan belajar spine di Nottingham England lewat AO spine fellow selama 3 bulan. Selanjutnya staf Orthopaedi baru yang masuk dalam Divisi spine adalah Lukas Widhiyanto,dr.,SpOT (K) yang selesai belajar di Department of Spine Center Samsung Medical Center Korea dan Primadenny A. Airlangga,dr.,M.Ked, SpOT (K) dan selesai melanjutkan pendidikan profesi sub-spesialisasi untuk bidang Minimal Invasif dan Spine Deformity di Wakayama Medical University, Jepang

 

Hand Surgery

Pioner Hand Surgery di Surabaya adalah Djoko Roeshadi,dr.,SpB.,SpBO yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi lewat CARE-Medico pada tahun 1975. Selanjutnya beliau belajar di Kobe University pada tahun 1977. Pada waktu itu kasus yang banyak adalah trauma dan juga kasus lepra yang memerlukan rekonstruksi. Baru pada tahun 1981 beliau pertama kali melakukan “replantasi” dan aktif melakukan pertemuan ilmiah dengan pakar hand dari Singapore Prof. Robert W.H.Pho dan Prof. Zong Wei Chen dari Republic of China. Djoko Roeshadi,dr., SpB.,SpBO mendapat gelar DOKTOR pada tahun 1997 dan Gelar Professor pada tahun 1999. Staf hand yang kedua adalah Satrio,dr.,SpB,SpBO. Pada masa intraining Orthopaedi di FKUI Jakarta pada tahun 1980 beliau mendapat beasiswa pendidikan Hand di Munster Jerman / Universited Clinic dibawah Prof. Dr. Med. Buck Gramcko. Pendidikan di Jerman selama 2 tahun dan selanjutnya kembali ke Indonesia dan meneruskan pendidikan Orthopaedi dan selesai tahun 1983. Satrio,dr.,SpB.,SpBO bekerja di Bagian Orthopaedi dan Traumatologi sampai tahun 2006 dan selanjutnya oleh karena alasan kesehatan mengajukan pensiunan dini pada 1 Agustus 2006. Staf ketiga divisi Hand Surgery adalah Erwin Ramawan,dr.,SpOT. Beliau menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair dan selesai tahun 1997 dan melanjutkan pendidikan Hand selama 6 bulan di Singapore dan Australia 6 bulan pada tahun 1998 – 1999. Erwin Ramawan,dr.,SpOT (K) menjabat Kepala Bagian Orthopaedi periode tahun 2008 – 2010. Selanjutnya, staf Hand berikutnya adalah Dr.Heri Suroto,dr.,SpOT(K) yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair tahun 1997, dan mendapat pendidikan tambahan di Singapore / NUH tahun 1998 dan gelar DOKTOR pada tahun 2011. Teddy Heri Wardhana,dr.,SpOT (K). Staf muda yang masih akan melanjutkan pendidikan Hand adalah Pramono Ari Wibowo,dr.,SpOT belajar di National University Hospital Singapore yang saat ini masih belajar di Belanda

 

Lower Extremity

Pioner dalam bidang ini adalah Achmad Sjarwani,dr.,SpB,SpBO yang menyelesaikan pendidikan Bedah Umum pada tahun 1977 di FK Unair dan Orthopaedi di FKUI tahun 1979 dan mendapat pendidikan tambahan di Service Orthopaedi et Traumatology I’Hopital Raymon Poincare, Garches France 1977 – 1978. Pendidikan tambahan yang lain adalah di Lyon, Frances ‘Hopital du Genou pada tahun 1982 dibawah Prof. Dejour. Beliau mendapat gelar DOKTOR tahun 2006 dan Professor pada tahun 2010 dan pada saat ini Prof. D. Achmad Sjarwani, dr.,SpB, SpOT sudah purna tugas. Staf Lower berikutnya adalah Mohammad Zaim Chilmi,dr.,SpOT (K) yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair tahun 1997 dan pendidikan tambahan di Jepang Yokohama dibawah Professor Kusino pada tahun 2000. Dr.Dwikora Novembri Utomo, dr.,SpOT (K) yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair tahun 1999 dan mendapat pendidikan tambahan di Sapporo Jepang pada tahun 1998 dan pada tahun 2003 di Aurich Jerman, 2007 di Australia dan gelar DOKTOR pada tahun 2013. Staf muda lower adalah Andre Triadi Desnantyo,dr.,SpOT (K) yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair 2010 dan pendidkan tambahan di Seoul St Mary’s Hospital Catholic University Korea. Staf muda lower adalah Jeffry Andrianus Muslim,dr.,SpOT(K)

 

Musculoskeletal Tumor

Pioner dalam bidang ini adalah Abdurrahman,dr.,SpOT (alm). Almarhum selesai pendidikan Orthopaedi di FK Unair tahun 1989 dan selanjutnya mendapatkan pendidikan tambahan di Thailand pada tahun 1990, Australia 1992 dan Post Graduate Diploma on Palliative Med. ECU, Australia pada tahun 2000. Beliau menjadi Kepala Instalasi “Biomaterial – Bank Jaringan” RSUD Dr. Soetomo mulai tahun 2001 dan wafat tahun 2005. Penerus beliau adalah Ferdiansyah,dr.,SpOT yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair tahun 1998 dan pendidikan tambahan di Singapore dan Austria pada tahun 2000 – 2001, di Faenza-Italy pada tahun 2002 (International Training Course on Application of Bioceramics to Orthopaedics, National Research Council (CNR)) dan di New Jersey pada tahun 2003 (Musculoskeletal Transplant Foundation), serta mendapat gelar DOKTOR di UNAIR pada tahun 2010. Selanjutnya beliau menjabat Kepala Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK Unair pada tahun 2010 – 2013. Staf berikutnya adalah Mouli Edward,dr.,SpOT yang menyelesaikan pendidikan Orthopaedi di FK Unair tahun 2007 dan pendidikan tambahan di Viena Austria pada tahun 2009 dan Sfaf yang paling muda M. Hardian Basuki,dr.,SpOT yang sudah menyelesaikan pendidikan tambahan di Interventional Pain& Spine Center, New Delhi, India; Hospital Unnersitari Parc Toull de Sabadell, Sabadell, Spanyol; Lieden Medical University Center, Leiden, Nederland